Kucingku Hilang...!
Ya Allah, Tuhan semesta alam, pencipta langit dan bumi, pemilik segala tempat yang tersembunyi, tiada Tuhan selain Dia, Tidak beranak dan tidak diperanakkan....
Legolas hilang! Satu dari 2 anak kucing yang kupelihara dengan baik setelah ibunya hamil lagi. Padahal Legolas ini kucing yang paling lucu, ganteng, dan manja sama aku. Hiks, hiks, hiks.....
Aku kangen dia nyakar2, ngegigit kakiku, mencengkramkan kuku2nya yang tajem di leherku, dan menciumiku. Huaaaa....hiks, hiks, hiks....
24.02.04
Posted by nazla at 7:09 PM 0 comments
TOURNIQUET*
Seperti sabda yang berulang Kau kirim lewat mimpi burukku,
"kau akan menyerpih menjadi debu. Menjadi abu. Terbakar khianat. Gelap itu cahaya silauKu. Kau bebal, tiap-tiap menyangkal."
I tried to kill the pain
But only brought more (so much more)
I lay dying
And i’m pouring, crimsons regret and betrayal
I’m dying, praying, bleeding, screaming
(aku sekarat bersiap menutup segala riwayat. Kumulai catatan akhirku dengan tegar yang tengah pudar)
Eli, Eli,
lama sabaktani, lama sabaktani,
kenapa Kau tinggalkan aku?
Am I too lost to be saved,
am I too lost?
Aku sesat, tumbang di tepi senyap
risau menunggu lipatan waktu
menggulung ke relung tak berujung
my God, my torniquet
return to me salvation
selamatkan aku, selamatkan aku
seperti Ayub pulang ke tepi
seperti Ibrahim di dalam api
do You remember me
lost for so long
will You be on the other side
or will You forget me
lupa aku padaMu, lupa kau padaku
hilang arah di tengah panas
I’m dying, praying, bleeding, and screaming
Am I too lost to be saved,
Am I too lost?
Gelap.
Tuhan,
sungguh pekat
inikah kedalaman sesat?
my wounds cry for the grave
my soul cries for deliverance
aku lelah
menyerah
will I be denied
Christ, tourniquet
my suicide
inilah aku
membebat nadi
merinduMu
*Song by Evanescence
24 Februari 2004
Posted by nazla at 12:24 AM 0 comments
Stupid Mouth
Pernahkah kamu mengatakan sesuatu yang sangat bodoh, padahal sebenarnya bukan itu yang ingin kau katakan?
I did.
Sometimes i did.
Well, mostly i did.
Waktu aku bilang, "Mam, ngapain sih pake acara selametan segala. Biasa aja, sih"
Padahal yang ingin kukatakan, "makasih, ya, mam"
Waktu aku bilang, "Makanya, mam. Udah tau darah tinggi makannya dijaga dong!"
Padahal yang ingin kubilang, "mau kupijitin, mam?" atau memeluknya erat-erat.
I wonder, what’s wrong with me?
Kenapa aku sulit mengatakan hal yang manis pada orang-orang dekat (dan juga kucinta), sementara sangat mudah kulontar puja-puji untuk orang-orang di luar mereka?
Apa karena aku takut?
Takut orang tahu apa yang kupikir dan kurasakan
Takut mereka tidak membalas hal yang sama seperti yang kurasakan
Takut dilukai
Takut diabaikan
Sudah ratusan kali aku menuai masalah karena kebiasaan burukku ini. Well, at least i lost 2 boyfriends because of it ^.^
Maka dari itulah, aku sangat menyesal,
ketika dia meneleponku, aku bukannya mengatakan, "Waaa...seneng ditelepon!"
Tapi dengan bodohnya aku bilang, "Tumben siang-siang nelepon".
Atau ketika dia bertanya padaku, "kau baik-baik?"
Aku menjawabnya dengan nada datar, "yeah, i’m fine".
Padahal yang ingin kukatakan sebenarnya adalah, "no, i’m not fine. I really miss you".
Please, forgive me for that stupid mouth. Sekalian aku minta maaf untuk yang selanjutnya, karena rasanya aku akan mengulangi hal yang sama, again, and again.
Be patient with me, because sometimes i forget how to love in a proper way.
18 feb 2004
Posted by nazla at 10:45 AM 0 comments
I am a Freak
Orang-orang di rumahku mengatakan aku ini orang paling aneh di dunia. Mereka sering menyebutku, orang aneh, orang gila, atau edan. Masa, sih? Perasaan aku baik-baik aja deh. Apakah sebutan itu karena kejadian-kejadian seperti misalnya,
suatu pagi aku bangun dari tidur dan keheranan melihat rumah kok ya rame banget. Aku nanya, ada apa ini? Mereka serempak berteriak, "ya Allaaaaah..."
Ternyata Abangku mau nikah, dan mereka sedang merencanakan lamaran ke Kuningan Cirebon sana.
Suatu hari aku baru pulang dari kampus dan di dapur udah banyak makanan. Malah ada nasi tumpeng segala lengkap dengan tampah dan daun pisangnya. Buat apaan tuh? Tanyaku heran. Semua saudara-saudara cuma geleng-geleng kepala. Ternyata itu selametanku lulus UMPTN.
Ketika aku ke warung, ada tetangga nanya, "loh, Lulu lagi libur, ya? Kapan balik ke Jogja lagi?" Aku mengernyitkan kening. Ya ampun, aku kan lulus dari Jogja tahun '94.
Kalau kejadian ini ngga keitung, aku sering bangun tidur dan mendapati semua manusia di rumah menghilang. Kadang-kadang mereka jalan-jalan, makan di luar, pergi ke rumah saudara, atau ke rumah nenek. Aku sih seneng-seneng aja soalnya aku suka banget ada di rumah sendirian.
Kemaren wisuda aku juga lupa ngasih tau jauh-jauh hari. 2 minggu sebelum wisuda bapak nanya ke adeku, jadi ngga sih aku wisuda. Adeku kaget "Ya Allah, kakak kebangetan banget sih! Masa belum ngasih tau". Orang tuaku langsung marah-marah, apalagi bapak, "emangnya bapak ngga sibuk apa? Kalau bapak harus rapat ke luar kota gimana?". Aku cuma cengar-cengir basi dan dengan nyebelinnya bilang, "hehehe...ya maap, aku lupa".
Aku bagai dua sisi mata uang dengan adeku yang centil dan tukang dandan itu. aku seneng di rumah, dia ngga betah di rumah. Bapak sampe nyuruh aku maen keluar, "kemana kek gitu", katanya. Tapi ke adeku, bapak marah-marah soalnya dia kebanyakan maen.
Gara-gara semua itu lah, abangku nanya sama aku, "berapa jumlah tiang listrik dari pangkalan ojek sampe rumah bu Iyam? (kira-kira 300an meter)" Dengan pedenya aku jawab 3. Ehhh..ternyata lebih dari 5 tiang listrik.
Hehhhh.....*deep sigh*. Aku harus mulai peduli pada lingkungan nih, terutama lingkungan rumah. Aku ngga boleh membiarkan jiwa anti-sosialku semakin tumbuh berkembang. Sebab kata abangku kalau aku nikah nanti, ngga ada orang yang mau dateng hahahaha....
17 Februari 2004
Posted by nazla at 10:42 AM 0 comments

Nah, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, beginilah dandanan wisudaku. Ngga cukup jelas ya? Memang!
Ceritanya begini, adeku yang centil dan tukang dandan itu berkata:
"Kak, ini pake film asa 400. Di dalem pake blitz, kalau di luar jangan!"
Begitulah, aku yang gagap dandanan ini juga gagap dalam teknologi. Maka, aku pun tetap menjalankan karakterku sebagai kakak yang baik dan penurut pada adiknya. Lalu tadi sore, dengan hati riang gembira aku pun mengambil hasil cetakan foto. Dan, teman-teman.....foto itu sebagian besar GAGAL!!! MAMAHHH.......WUAAAAAA......*nangis sekenceng2nya*
Hiks, sekarang aku berniat untuk hunting foto ke temen-temenku. Aku kan udah dandan abis2an dan mengorbankan keyakinanku pada Karl Marx, masa ngga ada hasilnya sihhhh...(apa ini karena kualat,ya?)
Tapi, ada beberapa yg berhasil diselamatkan. Yahhh..lumayanlah masih bisa di liat daripada yang lain gelap dan burem2.
16.02.2004
*PS. terima kasih banyak untuk lio hudiyawan, yang udah mau ngasih tempat untuk foto2ku sekaligus nyimpenin (satu paket kan, Lio?). Makasih juga buat tuteh udah ngajarin villagephotos dan fotopages ^_^
Posted by nazla at 7:09 PM 0 comments
Tuhan, pagi ini aku dapet sms dari Sari. Katanya, suaminya disepakati oleh kantornya untuk ditempatkan di Abu Dhabi selama 2 tahun. Kalau suaminya ke sana kan Sari juga. Tuhan, belokkan takdirMu yah!
15 Februari 2004
Posted by nazla at 7:48 PM 0 comments
Perjuangan Menuju Wisuda
Hello, there! Lagi ngga ada puisi nih. Jadi biarlah aku bicara apa saja ya...
Kemaren aku abis wisuda :P. Yah, ngga terlalu spesial sih, abis kuliahnya juga 6 tahun jadi rasa exciting-nya juga udah kabur ke Afrika. Tapi, demi orang tuaku tercintah, yang telah mengasuh dan mendidikku serta mencintaiku sepanjang masa, maka....aku bertekad dan berjuang untuk wisuda!
Lantas, apakah jenis perjuanganku itu, teman-teman?
Pertama-tama dan yang utama adalah soal dandanan heuheuheu....Jikalau engkau semua melihat kamarku, maka yang kau temukan hanyalah bedak yang udah aku beli kira2 4 taun lalu dan belum abis-abis juga, soalnya sering lupa make. Ngga pernah terlintas di benakku yang tersembunyi untuk memakai foundation, maskara, eyeshadow, dan sebangsanya. Najis banget deh gw pake yang kaya begituan, begitu pikirku dulu (paling2 kalau terpaksa make biasanya karena ada acara nikahan keluarga).
Maka, untuk pertama kalinya aku pun mengkhianati perjuangan kelas against capitalism *beeehhh...*. Di mulailah perburuanku mencari jenis lipstik yang sesuai dengan baju yang kupakai nanti. 3 mall kususuri bersama ade perempuanku yang centil dan tukang dandan itu. Sampe pegel2 semua badan. Aku terus mikir, ya elah...cewe2 kok demen banget sih belanja, padahal nyiksa diri gini.
Lalu yang kucari memang kudapatkan, tapi sampe rumah rasanya kok ya, ngga pas (inilah kehebatan kaum kapitalis, strategi penjualannya hebat. Pake lampu yang bikin kita tambah cantik, eh pas di bawa pulang jadi beda banget huhuhuhu...). O iya, aku juga beli sendal hak tinggi. Karena semua sendalku adalah sendal jepit swallow heuheuheu...nyari ini juga ribet banget. Aku memang sering dimarah2in sama mother, soalnya tiap disuruh beli sendal yang najis banget itu, uangnya pasti aku beliin buku atau buat nonton :P. Pencipta hak tinggi memang termasuk ke dalam orang2 yang aku kutuk di dunia ini hehehehe.
Walhasil besoknya aku balik lagi, kali ini sendirian. Sampe di sana aku dikasih training kilat sama mba yg jaga; gimana cara make maskara, lipstik, foundation, dsb. Aku cuma bisa mengangguk2, tapi tetep ngga ngerti. Sampe di rumah langsung dicoba. Ternyata, GAGAL total! Wajahku yang cantik, imut, dan lugu ini jadi hancur berantakan....Ade perempuanku yang centil dan tukang dandan itu langsung mengultimatum, "cari salon aja!". Ya wis, akhirnya aku ke salon bikin janji yang ternyata waktu yang ada itu tinggal jam 4 pagi! Aje gile...udah ada 30 orang yang antri, bo. Tak apa lah. Demi, demi, demi...
Ternyata malemnya aku harus ketemu si dia (aihh..sapa tuh?), jadilah aku bersamanya sampe jam 1 pagi (ehhhhh..ngapain aja sampe jam 1 pagi?). Akibatnya teman-teman, aku jadi bangun kesiangan. Jam 4.10 baru bangun. Diiringi rasa panik dan ngantuk, aku segera mandi yang aernya dingin banget sebab hujan turun di atas genting. Abis itu baru cabut ke salon. Sampe sana? Yup! Antrian sudah sangat panjang sekali hingga aku baru didandanin pada jam 6. Hasilnya? Tentu saja aku yang aslinya sudah.....(ngga enak nyebutnya), jadi semakin....(aduh, lebih ngga enak lagi nyebutnya).
Well, kayanya setelah ini aku jadi seneng dandan deh heuheuheu....Maaf ya Marx, kau istirahatlah yang tenang di persemayamanmu.
Setelah dari salon, dinding menggantung jam yang menunjukkan angka 6.45 padahal aku harus berada di kampus jam 7. Ributlah rumah. Yang tas belum disiapin lah, baju lupa disetrika lah, permen, tisu, bedak, undangan, bros, dll. Ffiuuhh...mother, pembantu, dan adeku itu sibuk bener, aku sih tenang2 aja ngeliatin heuheuheu...Hari itu juga, mobilku kembali mogok (semalem udah mogok). Aku dianter sama father yang ban mobilnya ndilalah juga kena paku (what a day!).
O iya, kemaren juga hari palentin kan. Tapi ngga ada cowo yang mendampingiku huhuhuhu....Si dia kusuruh tinggal, masa ngga mau. Ngga sopan, ya? Aku kurang cantik apa coba *eits, apa hubungannya*?. Meski demikian, mawar kudapat juga dari adeku yang centil dan tukang dandan itu, juga dari Sari (akhirnya dia muncul juga setelah seminggu ngga ngehubunginku sebab asik berbulan madu!).
Demikianlah teman-teman, kisah singkat wisudaku. Semuanya hanya untuk satu tujuan, yaitu....FOTO-FOTO! heuheuheu...
15 Februari 2004
Posted by nazla at 7:03 PM 0 comments
THE STORY OF ME AND SARI VICIA
Hai, semua! I'm back from mourning and grief :p. Setelah empat hari empat malam menangisi "kepergian" Sari, akhirnya aku kembali ke dunia maya heuheuheu...
So, how are u, everybodeh? Masih menatap masa depan? Masih terkurung masa lalu? Masih menikmati hari ini? Well, whatever u do, just enjoy the risks ^_^.
Mmmm...Beberapa orang ngga habis pikir, kenapa aku bisa sesedih itu menanggapi pernikahan Sari, alih-alih bahagia. Entah, ya. Mungkin karena aku ini cukup posesif terhadap teman, apalagi ia sangat dekat. Ya, aku dan Sari memang sangat dekat. Sampai2 seorang teman di kampus membuat kuis, "apa bedanya Lulu dan Sari?".
Sari temen kuliahku. Sudah kukenal sejak semester pertama. Awalnya dia minta dikenalin sama temen deketku yang lain, Erza, katanya "Za, kenalin dong sama temenmu yang kalem itu". Whahahaha..aku langsung terbahak-bahak ketika Erza menyampaikan niat Sari. Setelah itu kami berdua tenggelam dalam percakapan tentang agama (cieee...) tak peduli dosen Pengantar Ilmu Ekonomi (kalo ga salah) serius menerangkan.
Itu kenalnya. Mulai deketnya sih, waktu Mushola kampus ngadain PESROM alias pesantren romadhon. Kami berdua emang bandel dari sononya, buktinya bukannya dengerin ceramah kami malah ngeributin gimana cara ngegambar hati (gambar "lope" itu lohhh..). Dia lebih suka mencang-mencong, katanya lebih nyeni sedangkan aku lebih suka yang bentuknya rapi.
Sejak itulah, sejak itu lah...
Kami suka sekali danau samping Mesjid UI. Kalau lagi suntuk bisa berjam-jam kami duduk membicarakan apa saja. Awalnya, kami disibukkan dengan pembicaraan tentang buku, karakter, masa depan, organisasi, Tuhan, kesabaran, dendam, atau sakit hati. Setelahnya, kami sibuk bicara tentang air, daun, langit, pohon, rumput, ikan, semut, ranting, kereta, angin, jalan setapak, gerimis, dan senja. Kami marah, ketika kampus dengan semena2 menebang pohon misterius yang kami sukai sebab yang paling kami suka memang menganalisa pohon2, apakah mereka melankolis, koleris, sanguinis, atau plegmatis ^_^
Banyak orang yang ketika berada di dekat kami merasa tidak nyaman. Sebab kami terlalu asik membahas yang bagi orang itu sama sekali tidak penting. Bahkan pernah terjadi kesalahpahaman antara aku dan sari, dan satu orang teman dekat kami, karena masalah kedekatan itu.
Aku bisa membuka diriku, sisi paling hitam sekalipun, kepadanya. Dia tidak pernah menghakimi.
Aku ini temperamental dan dia mengontrol emosiku
Aku ini gampang turun semangatnya dan dia membangkitkan
Aku ini juga mudah keluar jalur yang ditetapkan Tuhan dan dia yang menarikku kembali
Dia satu-satunya orang yang langsung berpikir kalau seorang laki-laki yang pernah dekat denganku adalah "Monster", di saat semua orang mengagumi laki-laki itu
Dia juga satu-satunya orang yang langsung berpikir kalau seorang laki-laki yang kini dekat denganku adalah orang yang jujur dan baik (hanya saja kata dia, "beri kesempatan padanya Lu, untuk berubah"), di saat semua orang tidak mengagumi laki-laki itu
(Ah, Sari....harus berapa kali aku berterima kasih padamu?)
Maka dari itulah,
Aku menangis saat di kamar pengantin itu, kau yang begitu gugup tidak mengeluh malah mengambil Al-Qur'an dan membacanya dengan khusyu. Aku juga menangis saat kau terbata-bata berusaha meneruskan bacaan dan menitikkan air dari matamu yang cokelat.
Aku menangis saat kau meminta ijin ayahmu, yang sangat keras dan hampir saja tidak mengijinkanmu menikahinya.
Aku menangis saat lelaki itu menerima penyerahan dirimu oleh ayahmu
Aku menangis, saat pamit pulang, kau memelukku erat dan mencium pipiku lantas berkata, " I love you"
Atas nama Tuhan, belahan jiwaku, "I do love you too...."
12 Februari 2004
Posted by nazla at 8:26 PM 0 comments
Dengan ini saya, pemilik situs limakelopak, mengucapkan selamat kepada Irfan Toni dan Tasha atas kelahiran putera pertama mereka pada 10 Februari 2004
Nama masih dirahasiakan, kecuali nama depannya, Luthfie (lu ngefans sama gw ya, Ton? heuheu..). Semoga Luthfie menjadi anak yang mencintai seni seperti kalian berdua di samping doa-doa pada umumnya ^_^
Posted by nazla at 8:25 PM 0 comments
Somasi untuk Dede Anwar
Pak, waktu tak kunjung menyembuhkanku dari cinta!
Posted by nazla at 12:33 PM 0 comments
Surat untukmu, Sari Vicia
(Inilah aku, penuh luka sampai batas amuk terakhir lari darimu)
Di balik gorden hijau ada yang tak berhenti mengetuk jendela: itukah kenangan?
Kau bilang, pada bulan sabit yang pucat dan sepi yang menua ia akan datang.
(Ah, sayang, engkau selalu penuhi janji)
Ia akan datang berjubah putih penuh wangi melati, warna dan bunga yang kau puja-puja, katamu .
Keluarlah dari kamar dan katakan padanya, waktu akan menggiringmu ke padang ilalang
Penuh bunga rumput putih kuning
Penuh air sungai jernih bening
(Aku percaya padamu, sungguh)
Kusingkap tirai kamar tempat kita menyusun batu-batu usia
Bukan melati, sayang. Bukan.
Tubuhnya tegak menjulang
Ia hitam sehitam malam yang dikutuk siang
Matanya merah penuh amarah membayang
Aku rapuh gemetar
Kudaras doa-doa mengutuknya, menyumpahnya, memakinya
Aku mengutukmu, menyumpahmu, memakimu
Apa yang harus kukatakan padanya?
Pada kebesarannya, pada amarahnya
(Aku tak berdaya)
Aku menceracau,
"Waktu akan membawamu kepada lupa yang gelap
Kepada hening yang senyap
Kepada bahagia melindap
Kepada sepi yang pengap!"
When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
I held your hand through all of these years
But you still have
all of me....
--My Immortal, Evanescence--
Posted by nazla at 12:32 PM 0 comments
APA JADINYA NANTI?
Bisakah di antara CPU, monitor, dan CD player
di atas mejamu, kurangkai ilalang yang terus basah
sebab di langit-langit kugantungkan gerimis?
Bisakah di antara lipstik, pelembab, dan maskara
yang kau harap tersusun di atas mejaku, kau letakkan
setangkai kembang sepatu dengan lima kelopak putih
dan embun bening untuk riasanku pagi ini?
Bisakah kita duduk saja di tepi jendela
memandangi layang-layang tanpa peduli
kenapa kita tidak berpegangan tangan?
Bisakah aku membaca kode-kode rumit binermu?
Bisakah kau mengeja rahasia imajinasiku?
Apa jadinya nanti?
Posted by nazla at 5:12 PM 0 comments