Cinta Jarak Jauh (Lantas Menjadi Asing)
Ngga, gw ga ngomongin hubungan jarak jauh fisik. Soalnya ini bisa kejadian sama orang lain yang satu kota, satu kampung, satu rt, atau satu rumah. Dua orang yang tidak bisa membuka diri saat diperlukan atau memerlukan.
Kalau ada masalah, si perempuan ini memilih meghindar, memilih berjarak. Demikian pula yang laki-laki, memilih tidak membicarakannya dengan si perempuan. Padahal bisa jadi masing-masing memiliki kepentingan satu sama lain, katakanlah untuk masa depan mereka berdua. Akibatnya, sering kali keputusan yang diambil atau keadaan yang makin semrawut mengecewakan keduanya.
Mungkin karena mereka punya prinsip2 hidup yang berbeda. Mungkin dua2nya merasa pasangannya tidak tahu bidangnya masing2, sehingga merasa percuma bertukar pikiran.
Lantas memilih berjarak lebih dahulu karena males ditanya2, males dikasih saran, males dicerewetin. Hasilnya? Menjadi asing. Kalau sudah begini, masih berlakukah pameo "cinta adalah perbedaan?" atau malah jadi berlaku teori sosial tentang asas pernikahan yang homogami? Bahwa pernikahan berlandaskan persamaan2?
Kok gw jadi ngomong soal nikah mulu, sih?
O, iya. Malem ini nisfu sya'ban. Malemnya para malaikat berkeliling melihat manusia berdoa dan memberi raport kita selama setahun. Duh, gw takut gini...(raport gw merah semua kali ya?!?)
Pas jalan ke warnet, gw berasa sedih dan terharu liat langit.
Posted by nazla at 6:45 PM 0 comments
Nyaris Selesai
Akhirnya, nyaris selesai juga nih situs. Fontnya berubah2 warna. Sampe menemukan ijo ini. well, at least ada ijonya lagi, biar gw ga dibilang terlalu dark age ;)
tapi, tulisan beyond the veil-nya teu nyambung...bae we lah.
banyak yang mau gw ceritain di sini. tapi nanti aja yah.
Posted by nazla at 9:38 PM 0 comments
My Dark Age?
Apa betul gw ada di zaman kegelapan, seperti yang dikatakan saudara Toba ? Bisa jadi :D
Namanya juga zaman kegelapan (djeng,) jadi sulit untuk ke jaman pencerahan, kudu repolusi. Ada suggest trigger-nya apaan, (djeng)?
jangan lupa, 2 hari lagi grand final KDI. Ketik KDI spasi SITI kirim ke 6228 (ke sini ya, cupz?)
Posted by nazla at 7:22 PM 0 comments
Masih Belum selesai
begitulah. sedikit-sedikit. nanti juga selesai. arsip belum. tagboard juga belum. nanti yah. tuh, udah ada komen. jadi, silakan kalau mau mencela. tapi, jangan lupa nyantumin nama, biar gw bisa nyela balik.
Buat erza, gw ngga lagi bete kok. disain yang kaya gini yang sebenernya lebih gw suka. kemaren mah begitu imut, kalem, dan lugu. bukan ngga bagus loh. keren kok yang kemaren juga, tapi ngga gw banget gitu... ;P tengkyu banget ya bang ucupz.
makasih juga buat machda yang rela imejnya dirubah2 hehehe...
Posted by nazla at 10:22 PM 0 comments
So Far
segini dulu ya. arsip belum. komen belum. tagboard belum. link juga belum semua.
namanya juga usaha...
Posted by nazla at 11:05 PM 0 comments
Terbakar
Aku tidak bisa menutup mataku, menyembunyikan ujung api yang mangkal di hatiku saat kutatap wajahnya. Rasa terbakar ini sangat perih. Memberi lepuh. Seandainya tidak kubaca catatan tubuhnya, tidak akan terbakar tubuhku. Sebaliknya, aku mungkin akan mengecup punggung tangannya yang sehalus selimut rumah sakit. Mengusap pipiku yang kasar ke pipinya yang sehalus tepung. Tapi, untunglah, telah kubaca tubuh dan hatinya. Hingga apa pun pikiran yang gulir dari lidahnya, tidak bisa kuanggap bening apalagi mampu memadamkan api di tubuhku.
Silakan saja dia bentangkan kain putih berisi rumus-rumus yang kata dia bisa membaca aku. Silakan saja dia memesona orang-orang. Aku tidak. Aku terbakar. Aku arang. Sebentar lagi abu. Silakan saja dia menganggapku sakit. Meremehkanku. Mengguruiku. Orang-orang percaya padanya. Aku tidak. Aku terbakar. Aku arang. Sebentar lagi debu. Tapi, aku tahu dia sejenis denganku.
12 September 2004
(Suatu pagi, di rumahku yang tentram loh jinawi)
Ibu: Mbak, emping tolong digoreng, ya!
Pembantu: Ya, bu!
30 menit kemudian muncul sepiring ubi goreng...
Posted by nazla at 8:22 PM 0 comments
Subversive for My 25th
Dilarang memilih. Apalagi yang enak. Boleh-boleh saja dilanggar. Asal siap menerima resiko di luar kehendak. Belum menikah, for example. No problem for men, of course. There’s no space for women in this world, u already knew it for sure. Segala mulut tidak mengatup. Punya beberapa koor, seperti: cepat nanti keburu tidak bisa punya anak (emang ngga boleh kalau ngga punya?). Semua bisa disimpulkan lewat gumaman yang paling jujur dari si Dede: kasihan kamu (hahahahaha...that’s my bro!).
Dilarang memilih. Ngga banyak pilihan, sih. Mau senang2 kaya dulu, semua udah pada sibuk. Yang ujung2nya nyari dana buat nikah juga. Teman tiba2 jadi mengerut. Membosankan.
Dilarang memilih. Harus bersikap sesuai tahapannya. Mau tereak2 ngga bisa. Mau manjat pohon malu. Mau maen gundu ngga ada lawan sebaya. Maen layangan lagi ngga musim. Maunya sih dugem, tapi kaga boleh.
Nelangsa amat sih gw?
Btw, mau rapel ngucapin selamat ke beberapa temen yang ulang tahun beberapa waktu lalu. Ucupz (25 Agustus), yang ngedisain situs ini dan kemaren malem nraktir gw, asti, dan marsya di somewhere out there (rahasia ngga, sih?). Dede, my bro, (27 Agustus), Erza (28 Agustus), dan Agus Balad (29 Agustus). Tuhan memberkati kalian semua. Walau Tuhan tidak pilih kasih, tapi semoga yang nraktir lebih terberkati :p
5 september 2004
Posted by nazla at 4:44 PM 0 comments