Pages

    Sunday, February 20, 2005

    GET OVER YOU



    Sudah berapa lamakah, Tuan? Tiga tahun, dua tahun? Sudah selama itukah aku membencimu? Terakhir kita bertemu hampir 8 bulan yang lalu. I thought i get over u. Tapi melihatmu lagi saat itu, membuatku muak. Kau, orang yang dianggap sempurna, mengulurkan dua tanganmu kepadaku. Katamu,

    "apa kabar?"

    Ah, baik. Cuma ingin mencekikmu saja.

    Dua tahun yang lalu, saat kuputuskan untuk berhenti mencatat tentangmu, aku bangga berkata telah lepas dari jerat manipulasimu. But i was wrong. Tiap kemarahan yang kulontarkan, tiap kebencian yang sering melintas, tiap sakit yang kurasakan, adalah benang-benang yang masih tersisa di tubuhku. Darimu.

    Aku telah biarkan kau membatasi hidupku. Aku menghindar darimu. Berusaha tidak berada satu ruang satu waktu denganmu. Rupanya setelah aku dan kamu tidak lagi duduk di dalam pondok kayu itu, kau masih saja mengambil alih otakku. Dulu kau ambil alih otakku atas nama pemujaan. Sekarang kau ambil alih otakku atas nama kebencian. Kau, laki-laki yang telah patah sayapnya, ternyata begitu hebat. Aku bertepuk tangan untukmu.

    Mungkin kau cuma seorang pengecut yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang kebesaran ayahmu. Mungkin juga kau seorang yang tahu persis memanfaatkan kebesaran itu. Untuk menjeratku, untuk memenuhi rasa penasaranmu. Atau mungkin juga, seperti temanku pikirkan, you're just immature, whether u're realize it or not.

    I don't know, and maybe i will never know...

    Aku pernah sangat ingin menghubungimu, ingin bertanya kenapa kau lakukan ini semua padaku. Tapi, aku begitu takut kau akan memanfaatkanku lagi. Begitu takut kau memanipulasi keadaan yang sebenarnya lagi di depan teman-temanmu. Aku begitu takut berhadapan dengan imejmu yang sempurna. Aku takut tidak akan ada yang percaya padaku saat kukatakan, I**** adalah orang yang manipulatif.

    O my, O my, i am so pathetic.

    I have to move on. Aku tidak ingin kau mengontrol hidupku lagi. Suatu hari nanti mungkin aku akan bertanya padamu tentang semua ini. Tapi, mungkin juga tidak. Apa pun langkah yang kuambil nanti, itu demiku bukan karenamu.

    Aku tidak ingin dibatasi olehmu lagi. Aku akan berada di setiap ruang dan waktu, tak peduli kau ada di sana atau tidak. This is not my fault, and i will not act as i am the bad guy. Cause i am not.

    I get over you. Ini tidak akan mengubah apa yang sudah kau buat. Tidak akan menghapus hal-hal jahat yang sudah kau lakukan padaku.

    But, hei, I'm taking control of my life now...

    Sideways ada di sini. Dan juga cowo gw, situs dia sementara sebelum dia bikin permanennya. Well, gw juga sih yang posting... (paling bakalan dia delete *so what lahhh...)

    0 comments: